*SUARA HUTANG*
Suara ini bukan suara buaya
suara ini bukan suara budaya
suara ini bukan suara para punggawa
suara ini menjerit kala semua terjepit
oi, tolong..........long.............tolong
tanah beta menelan setengah tubuhku
pancaran air negeriku menutupi hingga leher
membuat otak hanya bisa merancang
apa yang diingin hanya bisa disuarakan
lewat tuangan wajah yang masak merah sembab
perlahan kutenggelam namun terpanggang
hingga sisakan satu jari yang membias arti !
wahai cucu adam
bersabarlah menyuap nasi tak wajar warna
dinegeri tak beruntung berunding
jadi berhutang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar